hostinger

Hosting Gratis

hostinger

Hosting Gratis

hostinger

Hosting Gratis

hostinger

Hosting Gratis

hostinger

Hosting Gratis

Minggu, 26 Februari 2012

6 bakteri yang menyuburkan tanah


  • Azotobacter chroococcum
      Azotobakter merupakan bakteri aerob yang berfungsi penambat N2, dalam proses berkembangbiaknya Azotobakter menghasilkan enzim nitrogenase untuk mengikat N2. Dalam proses mengasilkan enzim nitrogenase Azotobakter membutuhkan:
1.      Substrat: N2, N2O, C2H2
2.      Sumber energi: Mg+2 dan ATP
3.      Reduktan: Flavoprotein
Reaksi total reduksi N2 oleh enzim nitrogenase:
N2+16ATP+8e-+10H++Mg+2  2NH4++H2+16ADP+Pi
Dalam mengikat N2 enzim nitrogenase dapat dihambat dengan adanya penumpukan NH4 dan NO3 serta pH asam.
  •  Nitrobacter sp
                Nitrobacter merupakan bakteri nitrifikasi karena merupakan bakteri yang mengubah nitrit menjadi nitrat.   Nitrobacter memiliki pH optimal antara 7,3 dan 7,5, dan akan mati dalam suhu melebihi 120 ° F (49 ° C) atau di bawah 32 ° F (0 ° C). Sel nitrobacter biasanya berkembang biak dengan tunas.
  • Clostriddium pasteurianum
  • Rhodospirillium rubrum
  • Rhizobium leguminosorum
  • Bacillus Subtilis
        Bacillus subtilis (basil jerami/ basil rumput) diklarifikasikan aerob obligat merupakan penghasil enzim proteolitik subtilisin, walaupun dapat meracuni makan akan tetapi R. Bacillus Subtilis tidak menyebabkan keracunan.
Dalam lingkungan R. Bacillus Subtilis digunakan sebagai inokulan tanah, fungsi dari inokulan tanah tersebut adalah untuk:
1.      Membebaskan nutrisi tanah untuk digunakan tanaman.
2.      Memasuki simbiosis hubungan dengan sistem akar tanaman.
3.      Bertindak sebagai antagonis organisme terhadap patogen tanaman.


referensi:




Jumat, 24 Februari 2012

Pupuk Organik Cair


PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH KULIT BUAH KAKAODENGAN VARIASI PENAMBAHAN AKTIVATOR EM4, EM DAN KOTORAN SAPI
Oleh: Ridho Iponi Nugraha
Abstrak
Pembuatan pupuk organik cair dari kulit buah kakao dengan menggunakan aktivator Effective Microorganism 4 (EM 4),Effective Microorganism (EM) dan kotoran sapi. Kulit buah kakao yang dipakai adalah limbah padat hasil fermentasi biji kakao. penambahan urine sapi dan aktivator diharapkan dapat meningkatkan kadar nitrogen, pospor dan kalium.
Kata kunci: pupuk organic cair, kulit buah kakao, aktivator, urine sapi
1. PEDAHULUAN
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tumbuhan yang tumbuh didaerah tropis. Tumbuhan itu sendiri dapat dimanfaatkan bijinya, menjadi bubuk coklat yang biasa digunakan sebagai minuman penyegar dan makanan ringan. Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan salah satu daerah pengembangan kakao di Sumatera Barat pada tahun 2009 telah merealisasikan penanaman kakao dengan luas area 16.981 Ha dengan luas penanaman yang telah mengahasilkan 7.160 Ha dengan produksi 6.992.00 ton(1. Produksi limbah padat buah kakao mencapai sekitar 60 % dari total produksi buah sehingga limbah kulit buah kakao yang dihasilkan akan menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak diolah dengan baik(2. Jika dihitung pada Kabupaten Padang Pariaman sendiri akan mengahasilkan limbah padat 4.195.2.00 ton.
Pada dasarnya, kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara tanaman dalam bentuk pupuk organik, pakan ternak, produksi biogas dan sumber pektin. Sebagai bahan organik, kulit buah kakao mempunyai komposisi hara dan senyawa yang sangat potensial sebagai medium tumbuh tanaman. Kadar air dan bahan organik pada kakao lindak sekitar 86 %, pH 5,4, N total 1,30 %, C organik 33,71 %, P2O5 0,18 %, K2O 5,50 %, CaO 0,23 %, dan MgO 0,59 %(3.
Pupuk kimiawi memang memberikan keajaiban pada masa lalu, ternyata sekarang malah menimbulkan masalah. Dengan pemasokkan yang langka, harga yang mahal dan dapat menurunkan kesuburan tanah. Sedangkan keuntungan untuk pupuk organik cair sendiri dapat menghemat pemakaian pupuk, menghemat pestisida, tidak merusak tanah dan aman lingkungan, meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman dan mengembalikan unsur tanah(4. Selain itu  juga bisa mengurangi produksi limbah padat organik yang ada di lingkungan. Kulit buah kakao sampai saat ini belum banyak mendapat perhatian masyarakat atau perusahaan untuk dijadikan pupuk organik cair. Pupuk organic cair paling cocok untuk diterapkan pada tanaman hortikultura.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar nitrogen, pospor dan kalium dengan penambahan penambahan urine sapi dan aktivator. Kualitas yang dihasilkan dari tiap aktivator akan dilihat dari kadar N, P, K, dan banyaknya pengurangan massa.
DAFTAR PUSTAKA
Antara sumbar. Pengembangan kakao tetap jadi andalan di padang pariaman. Tersedia di : http://www.antara-sumbar.com. Diakses 27 oktober 2010
2. Darmono, Panji T. Penyediaan kompos kulit buah kakao bebas Phytophthora palmivora. Warta Penelitian Perkebunan. 1999; V (1) : 33-38.
3. Didiek H.G dan Yufnal Away. Orgadek, aktivator pengomposan. Pengembangan Hasil Penelitian Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor; 2004.
4. Dppm uii. Pupuk kompos. Tersedia di : http://dppm.uii.ac.id. Diakses 27 oktober 2010