- Azotobacter chroococcum
Azotobakter merupakan bakteri
aerob yang berfungsi penambat N2, dalam proses berkembangbiaknya
Azotobakter menghasilkan enzim nitrogenase untuk mengikat N2. Dalam
proses mengasilkan enzim nitrogenase Azotobakter membutuhkan:
1.
Substrat: N2, N2O,
C2H2
2.
Sumber energi: Mg+2
dan ATP
3.
Reduktan: Flavoprotein
Reaksi total reduksi N2 oleh enzim
nitrogenase:
N2+16ATP+8e-+10H++Mg+2 2NH4++H2+16ADP+Pi
Dalam mengikat N2 enzim nitrogenase dapat
dihambat dengan adanya penumpukan NH4 dan NO3 serta pH
asam.
- Nitrobacter sp
Nitrobacter merupakan bakteri nitrifikasi karena merupakan bakteri yang mengubah nitrit menjadi nitrat. Nitrobacter memiliki pH optimal antara 7,3 dan 7,5, dan akan mati dalam suhu melebihi 120 ° F (49 ° C) atau di bawah 32 ° F (0 ° C). Sel nitrobacter biasanya berkembang biak dengan tunas.
- Clostriddium pasteurianum
- Rhodospirillium rubrum
- Rhizobium leguminosorum
- Bacillus Subtilis
Bacillus subtilis (basil jerami/ basil rumput)
diklarifikasikan aerob obligat merupakan penghasil enzim proteolitik
subtilisin, walaupun dapat meracuni makan akan tetapi R. Bacillus Subtilis
tidak menyebabkan keracunan.
Dalam lingkungan R. Bacillus Subtilis digunakan sebagai
inokulan tanah, fungsi dari inokulan tanah tersebut adalah untuk:
1. Membebaskan nutrisi tanah untuk
digunakan tanaman.
2. Memasuki simbiosis hubungan dengan
sistem akar tanaman.
3. Bertindak sebagai antagonis
organisme terhadap patogen tanaman.
referensi: