PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH KULIT BUAH KAKAODENGAN VARIASI PENAMBAHAN AKTIVATOR EM4, EM DAN KOTORAN SAPI
Oleh: Ridho Iponi Nugraha
Abstrak
Pembuatan pupuk organik cair dari kulit buah kakao dengan menggunakan aktivator Effective Microorganism 4 (EM 4),Effective Microorganism (EM) dan kotoran sapi. Kulit buah kakao yang dipakai adalah limbah padat hasil fermentasi biji kakao. penambahan urine sapi dan aktivator diharapkan dapat meningkatkan kadar nitrogen, pospor dan kalium.
Kata kunci: pupuk organic cair, kulit buah kakao, aktivator, urine sapi
1. PEDAHULUAN
Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tumbuhan yang tumbuh didaerah tropis. Tumbuhan itu sendiri dapat dimanfaatkan bijinya, menjadi bubuk coklat yang biasa digunakan sebagai minuman penyegar dan makanan ringan. Kabupaten Padang Pariaman yang merupakan salah satu daerah pengembangan kakao di Sumatera Barat pada tahun 2009 telah merealisasikan penanaman kakao dengan luas area 16.981 Ha dengan luas penanaman yang telah mengahasilkan 7.160 Ha dengan produksi 6.992.00 ton(1. Produksi limbah padat buah kakao mencapai sekitar 60 % dari total produksi buah sehingga limbah kulit buah kakao yang dihasilkan akan menjadi masalah bagi lingkungan jika tidak diolah dengan baik(2. Jika dihitung pada Kabupaten Padang Pariaman sendiri akan mengahasilkan limbah padat 4.195.2.00 ton.
Pada dasarnya, kulit buah kakao dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara tanaman dalam bentuk pupuk organik, pakan ternak, produksi biogas dan sumber pektin. Sebagai bahan organik, kulit buah kakao mempunyai komposisi hara dan senyawa yang sangat potensial sebagai medium tumbuh tanaman. Kadar air dan bahan organik pada kakao lindak sekitar 86 %, pH 5,4, N total 1,30 %, C organik 33,71 %, P2O5 0,18 %, K2O 5,50 %, CaO 0,23 %, dan MgO 0,59 %(3.
Pupuk kimiawi memang memberikan keajaiban pada masa lalu, ternyata sekarang malah menimbulkan masalah. Dengan pemasokkan yang langka, harga yang mahal dan dapat menurunkan kesuburan tanah. Sedangkan keuntungan untuk pupuk organik cair sendiri dapat menghemat pemakaian pupuk, menghemat pestisida, tidak merusak tanah dan aman lingkungan, meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman dan mengembalikan unsur tanah(4. Selain itu juga bisa mengurangi produksi limbah padat organik yang ada di lingkungan. Kulit buah kakao sampai saat ini belum banyak mendapat perhatian masyarakat atau perusahaan untuk dijadikan pupuk organik cair. Pupuk organic cair paling cocok untuk diterapkan pada tanaman hortikultura.
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar nitrogen, pospor dan kalium dengan penambahan penambahan urine sapi dan aktivator. Kualitas yang dihasilkan dari tiap aktivator akan dilihat dari kadar N, P, K, dan banyaknya pengurangan massa.
DAFTAR PUSTAKA
Antara sumbar. Pengembangan kakao tetap jadi andalan di padang pariaman. Tersedia di : http://www.antara-sumbar.com. Diakses 27 oktober 2010
2. Darmono, Panji T. Penyediaan kompos kulit buah kakao bebas Phytophthora palmivora. Warta Penelitian Perkebunan. 1999; V (1) : 33-38.
3. Didiek H.G dan Yufnal Away. Orgadek, aktivator pengomposan. Pengembangan Hasil Penelitian Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor; 2004.