Campuran dari (Bio)etanol yang mendekati kemrunian untuk pertama kali ditemukan oleh Kimiawan Muslim yang mengembangkan proses distilasi pada masa Kalifah Abbasid dengan peneliti yang terkenal waktu itu adalah Jabir ibn Hayyan (Geber), Al-Kindi (Alkindus) dan al-Razi (Rhazes). Catatan yang disusun oleh Jabir ibn Hayyan (721-815) menyebutkan bahwa uap dari wine yang mendidih mudah terbakar. Al-Kindi (801-873) dengan tegas menjelaskan tentang proses distilasi wine. Sedangkan (Bio)etanol absolut didapatkan pada tahun 1796 oleh Johann Tobias Lowitz, dengan menggunakan distilasi saringan arang.(http://energibio.wordpress.com/bioetanol)
kegunaan bioetanol salah satunya untuk bahan bakar alternatif, dan banyak dikonsumsi oleh pabrik makanan,minunan, kosmetik, cat, dan bahan pencampur pada bensin. Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari bahan baku tanaman seperti tebu, jagung, singkong, ubi, dan sagu. selain mengunakan bahan baku tanaman bioetanol juga bisa di produksi dengan sampah organik seperti buah-buah busuk, sayur busuk dan bahan organik lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi oleh manusia.
Proses industri untuk produksi bioetanol bisa dilakukan dengan proses fermentasi, karena gula telah tersedia dalam bahan (bahan organik) sehingga ragi dapat langsung mendegradasi gula secara langsung. Proses fermentasi memegang peranan penting dalam bioproses. Pada umumnya hasil fermentasi adalah bioetanol atau alkohol yang mempunyai kemurnian sekitar 30-40% agar dapat mencapai kemurnian 95% maka dilakukan proses destilasi.
kegunaan bioetanol salah satunya untuk bahan bakar alternatif, dan banyak dikonsumsi oleh pabrik makanan,minunan, kosmetik, cat, dan bahan pencampur pada bensin. Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dari bahan baku tanaman seperti tebu, jagung, singkong, ubi, dan sagu. selain mengunakan bahan baku tanaman bioetanol juga bisa di produksi dengan sampah organik seperti buah-buah busuk, sayur busuk dan bahan organik lainnya yang tidak bisa dikonsumsi lagi oleh manusia.
Proses industri untuk produksi bioetanol bisa dilakukan dengan proses fermentasi, karena gula telah tersedia dalam bahan (bahan organik) sehingga ragi dapat langsung mendegradasi gula secara langsung. Proses fermentasi memegang peranan penting dalam bioproses. Pada umumnya hasil fermentasi adalah bioetanol atau alkohol yang mempunyai kemurnian sekitar 30-40% agar dapat mencapai kemurnian 95% maka dilakukan proses destilasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar